expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Berbagi Informasi Sharing,Curhat(FIK,Universitas Negeri Malang IK 2010 )

Anda pengunjung blog nomer

jadi yg pertama diantara teman temanmu

Senin, 19 November 2012

about VO2 MAX

Vo2max adalah kemampuan seseorang untuk mengambil dan menyajikan oksigen secara maksimal.
Faktor yang mempengaruhi VO2 max
Faktor-faktor yang mempengaruhi VO2max dibagi menjadi faktor penawaran dan permintaan. Supply pengangkutan oksigen dari paru ke mitokondria (termasuk difusi paru-paru, stroke volume, volume darah, dan kepadatan kapiler dari otot rangka) sementara permintaan tingkat di mana mitokondria dapat mengurangi oksigen dalam proses fosforilasi oksidatif  dari jumlah tersebut, faktor pasokan sering dianggap menjadi salah satu pembatas.
Cara mengukur VO2 max
Mengukur VO2 max yang akurat melibatkan kekuatan fisik yang cukup dalam durasi dan intensitas untuk sistem energi aerobik. Dalam uji klinis, hal ini biasanya melibatkan tes latihan dinilai (baik di atas treadmill atau di ergometer siklus) di mana intensitas latihan secara progresif meningkat sementara mengukur ventilasi dan oksigen dan konsentrasi karbon dioksida dari udara dihirup dan dihembuskan. VO2 maks tercapai ketika konsumsi oksigen tetap pada kondisi mapan meskipun peningkatan beban kerja.
Cara yang berbeda untuk memperkirakan daya pada VO2max

Dengan asumsi bahwa VO2max seseorang sebenarnya dapat diprediksi secara akurat menggunakan rumus. Setidaknya ada tiga pendekatan yang berbeda yang dapat digunakan, seperti dibahas di bawah ini:


1) Menilai VO2max dari data yang dikumpulkan selama kekuasaan tes latihan tambahan

VO2max menetapkan batas atas untuk produksi ATP aerobik, sehingga cukup logis umumnya ada korelasi yang sangat baik antara VO2max seseorang dan kekuasaan tertinggi yang mereka hasilkan selama tes latihan tambahan terus kelelahan. Memang, pengujian tersebut biasanya dilakukan secara khusus untuk menentukan VO2max (melalui pengukuran langsung dari pertukaran gas pernapasan), dan kekuasaan tertinggi dipertahankan selama 1 menit selama seperti tes tersebut kadang-kadang disebut sebagai kekuatan aerobik maksimal, atau MAP (terutama di Inggris dan Kanada). Pada kenyataannya, bagaimanapun kontribusi metabolisme anaerob-individu cukup termotivasi biasanya mencapai daya output selama tes seperti yang secara signifikan (yaitu, 10-15%) lebih tinggi dari daya minimal yang akan menimbulkan VO2max. Bahkan, ini harus menjadi kasus klasik dataran tinggi di VO2 yang mendefinisikan VO2max terjadi. Sayangnya, bagaimanapun, kontribusi yang tepat dari produksi energi anaerob bervariasi tidak hanya antar individu, tetapi juga dengan tingkat kenaikan daya selama tes tersebut. Akibatnya, hubungan yang tepat antara PETA dan kekuatan minimal yang diperlukan untuk memperoleh VO2max juga bervariasi, yang cenderung melemahkan keakuratan segala perkiraan VO2max berdasarkan pengujian tersebut.
2) Menilai VO2max dari upaya stabil durasi yang tepat
Sebagai alternatif di atas, orang bisa menggunakan kekuatan rata-rata selama upaya, maksimal stabil berlangsung sekitar 5 menit sebagai estimasi dari VO2max yang  diperoleh seseorang yang daya tahan tubuhnya minimal. Asumsi dalam kasus ini, jelas, bahwa durasi yang dipilih (apa pun itu terjadi menjadi) mewakili durasi maksimal yang individu dapat diharapkan untuk latihan di tepat 100% dari VO2max. Seperti dengan pendekatan yang dijelaskan di atas, bagaimanapun, perbedaan antara individu dalam kemampuan mereka untuk menghasilkan energi anaerobik mempersulit pemilihan durasi yang tepat. Secara khusus, sementara pengendara sepeda dengan kapasitas anaerob rendah hanya mungkin mampu mempertahankan intensitas ini untuk lebih kurang dari 4 menit, lain dengan kapasitas anaerob tinggi bisa mempertahankan itu selama lebih dari 6 min. Sekali lagi, kontribusi variabel dari metabolisme energi anaerobik cenderung untuk membatasi akurasi yang VO2max dapat diperkirakan dengan menggunakan metode ini.

Mengukur Vo2Max

Jika anda bergelut dibidang olahraga anda pasti tahu apa itu Vo2Max. Namun bagi beberapa kalangan yang masih awam mengenai Vo2Max pastilah bingung apa itu Vo2Max, Bagaimana cara mengukurnya dsb.
VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
Setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap dipakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita. Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.
Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.
Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.
Dan semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.
Bagaimana mengukur VO2 max ?
Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:
  • melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
  • Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.
Salah satu cara untuk mengukur Vo2Max adalah metode Cooper Test , metode ini cukup sederhana. Dimana atlet melakukan lari/jalan selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.
Rumus sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter – 504.9) / 44.73.
Contoh : Dio melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min.
atau memakai tes
Harvard Step Test
Tes ini adalah pengukuran yang paling tua untuk mengetahui kemampuan aerobik yang dibuat oleh Brouha pada tahun 1943. Ada beberapa istilah seperti kemampuan jantung-paru, daya tahan jantung-paru, aerobic power, cardiovascular endurance, cardiorespiration endurance, dan kebugaran aerobik yang mempunyai arti yang kira-kira sama. Penelitian ini dilakukan di Universitas Harvard, USA, jadi nama tes ini dimulai dengan nama Harvard. Inti dari pelaksanaan tes ini adalah dengan cara naik turun bangku selama 5 (lima) menit.
Pelaksanaan: 
1. Tinggi bangku 20 feet (50 cm)
2. Irama langkah pada waktu naik turun bangku (NTB) adalah 30 langkah per menit, jadi 1 (satu) langkah setiap 2 (dua) detik
3. 1 (satu) langkah terdiri dari 4 (empat) gerakan/hitungan:
  • Hitungan 1 : Salah satu kaki diangkat (boleh kanan atau kiri terlebih dahulu tetapi konsisten), kemudian menginjak bangku. (Asumsi kaki kanan)
  • Hitungan 2 : Kaki kiri diangkat lalu berdiri tegak di atas bangku
  • Hitungan 3 : Kaki yang pertama menginjak bangku pada hitungan 1 (asumsi kaki kanan) diturunkan kembali ke lantai
  • Hitungan 4 : Kaki kiri diturunkan kembali ke lantai untuk berdiri tegak seperti sikap semula
4. Ganti langkah diperbolehkan tetapi tidak lebih dari 3 (tiga) kali
5. Supaya irama langkah ajeg/stabil, maka digunakan alat metronome
6. NTB dilakukan selama 5 (lima) menit. Saat aba-aba stop, tubuh harus dalam keadaan tegak. Kemudian duduk dibangku tersebut dengan santai selama 1 (satu) menit
7. Hitung denyut nadi (DN) orang coba (testi) selama 30 detik. Dicatat sebagai DN 1
8. 30 detik kemudian hitung kembali DN testi selama 30 detik. Dicatat sebagai DN 2
9. 30 detik kemudian hitung kembali DN testi selama 30 detik. Dicatat sebagai DN 3
10. Setelah mendapatkan DN 1, DN 2, DN 3, maka data tersebut dimasukan kedalam rumus Indeks kebugaran yang selanjutnya dikonversikan sesuai rumus yang dipilih
11. Apabila testi tidak kuat melakukan NTB selama 5 (lima) menit, maka waktu lama NTB tersebut dicatat, lalu DN-nya diukur/dihitung sesuai dengan petunjuk pengambilan DN tersebut
Indeks Kebugaran
Rumus Panjang:
Durasi NTB (detik) x 100/2 (DN 1+DN 2+DN 3)
Indeks Kebugaran Kategori Kebugaran
< 55 Jelek 55-64 Kurang dari rata-rata 65-79 Rata-rata 80-89 Baik ≥90 Baik sekali Rumus Pendek: Durasi NTB (detik) x 100/(5,5 x DN 1) Indeks Kebugaran Kategori Kebugaran < 50 Jelek 50-80 Rata-rata >80 Baik
Disamping dari kedua tes diatas, beberapa cara untuk mengetahui kapasitas VO2Max, seperti :
• 2.4km Run Test
• Astrand 6 minute Cycle test – VO2max test on a static bike
• Balke VO2max test – suitable for endurance sports
• Conconi test
• Multistage Fitness Test or Bleep test – VO2max test for endurance sports
• Treadmill VO2max test – VO2max test
• VO2max from non-exercise data – VO2max test