expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Berbagi Informasi Sharing,Curhat(FIK,Universitas Negeri Malang IK 2010 )

Search / Pencarian

Memuat...

Anda pengunjung blog nomer

jadi yg pertama diantara teman temanmu

Senin, 30 April 2012

Status Gizi


status gizi

 Nutrition Care Process

a. Assesment
b. Diagnosis
c. Intervention
d. Malnutrition & evaluation


 Key Word
a. Status gizi : ekspresi derajat kebutuhan fisiologis terhadap zat gizi yang didapatkan.
b. Malnutrisi : Gizi salah meliputi 2 kelompok kelainan gizi
c. Undemutrion
d. Ovemutrition
e. Malnutrisi: Keadaan patologi darisuatu keadaan relatif defisiensi atau kelebihan salah satu atau lebih zat gizi
f. Eunutrional State : tingkat kesehatan gizi yang optimal / kesehatan gizi optimum
g. Undernution/Defisiensi gizi : keadaan patologi yg disebabkan konsumsi yg tdk cukup dlm kurun waktu tertentu

 Keseimbangan Gizi
Diseases a. Infection diseases, fever,
physiologic stress
Cultural pattern b. Growth
c. Body maintenance
Eating behaviour Economic Emotional d. Physiologic stress

environment 
Nutrient requirements
Food intake for optimal health

Nutrient intake

 Mekanisme Perkembangan Defisiensi Gizi
Inadequate dietary intake Dietary survey
Well nourished or impaired absorbtion nutrition intake
individual or indreased nutrient loss from body

Depletion of tissue level & body store
Biological
 &
Altered biologic & physiologic function physiological
Indiviual at risk  Studies metabolic

Deterioration in capacity of cell to
experiment
function normally

Accutely malnourished Clinical symptoms Clinical signs &
individual  symptoms
Morbidity


Mortality  Vital statistic
 Konsep Dinamis Gizi Seimbang  C = B + A ± D  or 

 Cara Mengukur Status Gizi

a. Antropometric
b. Biochemic
c. Clinic
d. Dietetic
e. Environment


 Status Gizi Biokimia
a. Pemeriksaan status gizi dgn pemeriksaan spesimen yg diuji secara laboratoris yg dilakukan pd berbagai jaringan tubuh
b. Jaringan tubuh : darah, urin, tinja, dan juga bbrp jaringan tubuh seperti hati dan otot
Parameter Anemia Defisensi Besi Normal
Laki-Laki Dewasa < 13g/dl 15 g/dl Wanita Dewasa (Tdk Hamil) <12g/dl 13-14a/dl Wanita Dewasa (Hamil) < 11 g/dl 12 g/dl  Kadar Plasma Vitamin A Parameter Batasan Cukup Semua umur 10-19(mg/100 ml) 0,2 +  Kadar TSH (Tiroid Stimulating Hormon) Pada Status Gizi Biokimia GAKY Parameter Total population Status Defisiensi Ringan Sedang Berat Median Urinary lodine Level (μg/L) SAC 50-99 20-49 < 20 TSH > 5 (pm/wholc blood) Neonatus 3-19.9 20-39,9 > 40





 Kecukupan Yodium Berdasar Kadar Yodium Kencing
Median kadar yodium (μg/L) Tingkat kecukupan
> 400,0 Kelebihan tak berat
300,0 - 399,9 Kelebihan tak sedang
200,0 - 299,9 Kelebihan tak ringan
100,0 - 199,9 Normal
50,0 - 99,9 Kekurangan tak ringan
20,0 - 49,9 Kekurangan tak sedang
< 20,0 Kekurangan tak berat

 Status Gizi Clinic
a. Metode penilaian yg didasarkan pd perubahan yg terjadi yg dihubungkan dgn ketidakcukupan zat gizi
b. Dilakukan dengan pengamatan pada jaringan epitel (supervicial epithel tissue) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral
Hal-Hal yang diperhatikan Kemungkinan Defisiensi Kemungkinan Kelebihan
Rambut
a. Pudar, kering, mudah patah, mudah Protein, Zn
(tanpa rasa sakit)
b. Rambut rontok Biotin Vitamin A
c. Tanda bendera (hilangnya pigmen Protein, Cu
rambut pada sekeliling kepala)
Kepala dan Leher
a. Ubun-ubun cembung (pada bayi) Vitamin A
b. Sakit kepala Vitamin A, D
c. Epistaksis (mimisan) Vitamin K
d. Pembesaran tiroid Yodium
Mata
a. Xerosis (kekeringan) pd konjungtiva Vitamin A
dan kornea
b. Konjungtiva pucat Fe
c. Sklera biru Fe
d. Vaskularisasi kornea Vitamin B2
Mulut
a. Keilosis atau stomatitis Vitamin 82
b. Angular (lesi pada sudut mulut)
c. Glositis (lidah merah dan sakit Niasin, asam folat, Vit. B12,
lainnya
d. Gingivitis (peradangan pada gusi) Vitamin C
e. Hipogeusia, disgeusia (rasa pengeca- Zn
pan berkurang/buruk)
f. Karies dentis Flour
g. Bintik-bintik hitam pada gigi Flour
h. Atrofi papila lidah Fe, Vitamin B
Kulit
a. Kering, bersisik Vit. A, Zn, EFA Vit. A
b. Hiperkeratosis folikularis (menyerupai Vil.A, EFA, Vit. B
bulu roma yg berdiri)
c. Lesi eksematosa Zn
d. Petekia, ekimosis Vit. C. K
e. Sebore nasolabialis (berminyak, Niasin,Vit. B2,Vit. B6
bersisik pada daerah di antara hidung
dan bibir atas)
f. Kulit lebih gelap dan mengelupas pada Niasin
bagian yang lerkena matahari
g. Penyembuhan luka yang lambat Protein, Zn, Vit. C
Kuku
a. Koilonikia (kuku berbentuk sendok) Fe
b. Rapuh, mudah pecah Protein
Jantung
a. Pembesaran, takikardia, kegagalan Vitamin B1
jantung
b. Jantung kecil Kalori
c. Kegagalan jantung mendadak, kematian Se
d. Aritmia Mg, K, Se
e. Hipertensi Ca, K Na
Abdomen
a. Hepatomegali Protein Vitamin A
b. Asites Protein
Ekatremitas, Otot Rangka
a. Kehilangan massa otot (terutama bagian Kalori
temporal)
b. Edema Protein, Vitamin B1
c. Nyeri tekan pada betis Vit. B1 atau C, biotin, Se
d. Iga berbentuk manik-manik, atau Vitamin C, D
"rachitic risary" (anak-anak)
e. Nyeri tekan pada tulang dan persendian Vit C, D, Ca, P Vitamin A
f. Kaki X, kaki O, tulang yang rapuh Vit. D, Ca, P, Cu
Neurologi
a. Parestesia (sakit dan perasaan geli Vit B1, B6, B12, Biotin
atau sensasi yg berubah pd anggota
gerak)
b. Lemah Vit C, B1, B6, B12, Kalori
c. Ataksia, penurunan perasaan getaran Vit B1, B12
dan posisi
d. Tremor Mg
e. Perurunan refleks tendon Vitamin B1
f. Konfabulasi, disnientasi Vitamin B1
g. Mengantuk, letargi Vitamin B1 Vitamin A, D
h. Depresi Vitamin B1, biotin

 Kategori Tingkat Pembesaran Kelenjar Gondok
"Normal" (0) Tidak ada pembesaran kelenjar
Tingkat IA Pembesaran kelenjar tidak tampak walaupun leher pd posisi tengah dan maksimum
Tingkat IB Pembesaran kelenjar teraba ketika di palpasi
Tingkat II Pembesaran kelenjar gondok terlihat jika leher pd posisi tengah dah maksimum
Tingkat III a. Pembesaran kelenjar teraba ketika dipalpasi
b. Pembesaran kelenjar gondok terlihat pd posisi kepala normal, dr jarak 1 meter
c. Pembesaran kelenjar gondok tampak nyata dari jarak jauh (5-6 meter)

 Status Gizi Dietetic
a. Penilaian status gizi dengan menilai pola konsumsi pangan individu
b. Dapat dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung
c. Ingatan Pangan 24 Jam (24-hour food recall)
Mengingat kembaii dan mencatat jumlah sertajenis pangan dan minuman yg telah dikonsumsi selama 24 jam, merupakan melode pengumputan data yang paling banyak dan mudah dilakukan
Waktu Nama Bahan Jumlah yg makan Rata-rata orang
makan makanan Jenis Banyaknya
(jam) URT Gram
Pagi

Siang

Malam

 Kuisioner Frekuensi Pangan (Food Frequency Quistionare /FFQ)
a. Adalah metode melengkapi data yang tidak diperoleh dari 24-hour food recall"
b. Individu diberi tuga melaporkan frekuensi makanan yang lazim dikonsumsi berdasarkan daftar makanan dalam periode tertentu
c. Data yang diperoleh dg FFQ merupakan data frekuensi: berapa kali sehari, seminggu atau sebulan orang menyantap makanan tertentu.
d. Masih banyak lagi metode lain menyangkut dietary histori, food inventory, dsb.

Jenis Makanan Jumlah Yang Disantap Sepanjang Tahun Terakhir
A B C D E F G H I
Kelompok Makanan Serealis
Beras giling
Beras kukus
Beras ketan giling
Beras ketan kukus
Beras ketan tape
Beras merah kukus
Tepung terigu
Mie/mishoa
Jagung
Kentang


A. Tidak pernah atau kurang dari sekali sebulan
B. 1-3 kaii sebulan
C. 1 kali seminggu
D. 2-4 kali seminggu
E. 5 -6 kallseminggu
F. Sekali sehari
G. 2 - 3 kali sehari
H. 4 - 5 kali sehari
I. Lebih dari 6 kali sehari


 Status Gizi Menurut Faktor Environment
a. Adalah mengukur status gizi dari ukuran dampak yang terjadi menurut ukuran-ukuran statistik (vital statistik) :
1. Angka kematian (mortality)
2. Angka kesakitan (morbidity)
b. Angka vital yang lebih niendekati status gizi adalah :
1. Angka kematian pada kelompok umur tertentu (age spesific mortality rate)
2. Angka kematian karena penyakit tertentu (cause spesific mortality rate)
3. Angka kesakitan karena penyakit tertentu
c. Misalnya :
1. Angka kematian umur 2-5 bulan dapat menggambarkan pemberian MPASI yg tidak benar, KEP, serta vitamin dan mineral dan diare
2. Angka kematian umur 1-4 tahun berhubungan langsung dengan status gizi di negara berkembang.
3. Angka kematian umur 13-24 bulan dapat berhubungan dengan penyapihan, peralihan alau perubahan pola makan jumlah dan kualitas, keadaan gizi
4. Angka kematian karena gizi buruk, diare, infeksi, kecacingan dsb.
5. Angka cakupan kunjungan balita ke posyandu terhadap penyakit infeksi dan status gizi.

 ANALISA ZAT GIZI BAHAN MAKANAN
 DKBM : suatu daftar dr komposisi bahan makanan yg memuat kadar gizi berbagai bahan makanan yg digunakan di Indonesia
 Komposisi gizi yg dianjurkan : nilai konsumsi energi dan zat gizi essensial yg berdasarkan ilmu pengetahuan sekarang, dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi semua orang sehat (wanita dan pria). Nilai KGA ini dicantumkan daftar sebuah daftar yg disebut DKGA
 DKGA : suatu daftar yg memuat jumlah berbagai zat gizi yg diperlukan oleh manusia normal dalam berbagai ukuran badan, umur, dan dalam keadaan fisiologis yg berbeda
 DKGA : baru ada artinya apabila diwujudkan dalam bahan makanan, sehingga diperlukan DKBM
 Pertama kali: kita mengenal 415; BM digolongkan ke dalam 10 golongan
 10 golongan Bahan makanan dalam DKBM

1. Serelia (padi-padian), umbi dan hasil olahannya
2. Kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya
3. Daging dan hasil olahannya
4. Telur
5. Ikan, kerang dan hasil olahannya
6. Sayur
7. Buah
8. Susu
9. Lemak
10. Serba-serbi


 Penentuan Kadar zat gizi
Analisis kandungan Zat gizi makanan dapat dilakukan dengan
a. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
b. Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan Jajanan (DKGJ)
c. Pedoman Komposisi ASI

 DKBM
a. Daftar yg memuat susunan kandungan zat-zat gizi berbagai jenis zat gizi : energi, protein, lemak, KH, beberapa mineral & vitamin.
b. Arti angka dalam DKBM : tidak dapat dikatakan sebagai angka "mutlak" karena angka-angka itu mrp angka antar batas (ranger karena kadar zat gizi suatu BM tergantung pada :
1. Jenis Bahan
2. Varietas
3. Derajat kematangan
4. Iklim
5. Keadaan Tanah
6. Lama penyimpanan sebelum dianalisa
c. Angka yg tercantum dalam DK8M : adalah angka per 100 gr bahan makanan dari bagian yg dapat dimakan (BDD).
d. Misalnya : Ikan Balong BDD 47%, jadi seekor ikan balong 75 g, berat ikan yg dapat dimakan adalah : 47/100 x 75 g = 35-32 g
e. Maka zat gizi dari seekor ikan balong tsb adalah : 35.32g/100 x angka dalam DKBM
f. Bagian BM yg tidak dapat dikonsumsi digolongkan menjadi:
1. Refuse : makanan yg tidak dapat dimakan : biji, kulit, tulang, dsb
2. Waste : adalah bagian sisa makanan yg sebenarnya dpt dikonsumsi tetapi dibuang, tdk dikonsumsi.

 Keuntungan DKBM
a. Berguna untuk merencanakan hidangan yg baik & memenuhi kebutuhan/kecukupan.
b. Dapat menilai /menganalisa konsumsi makanan sehari-hari; perorangan, keluarga atau kelompok.
c. Dapat mengetahui tinggi rendahnya kadar zat gizi dlm suatu bahan makanan tertentu

 Kelemahan DKBM
a. Nilai gizi yg tercantum bukan mecupakan angka " Mutlak"
b. Banyak jenis bahan makanan atau makanan yg tidak dijumpai dlm DKBM
c. Kemungkinan kesalahan teknis analisa zat gizi (banyak terbuang, karena proses persiapan).
d. Tidak menggambarkan nilai gizi bm pada berbagai jenis pengolahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini